Powered By Blogger

Tuesday, 16 January 2018

Kritik Arsitektur - Gunadarma Gedung G4

Gedung G4 Gunadarma adalah sebuah gedung perkuliahan yang berlokasikan di Kampus G Gunadarma, Jalan Akses Kelapa Dua, Depok. Gedung G4 ini merupakan bangunan baru yang terpisah dari gedung kampus G lainnya, hanya terhubung dengan Gedung G2 dengan jembatan penghubung di lantai 3. Gedung ini terletak di bagian belakang area kampus G Gunadarma, sehingga sedikit tersembunyi dan tidak terlihat dari luar.


Gedung G4 Gunadarma
Sumber :dokumentasi pribadi
Gedung ini memiliki 4 lantai dan tiap lantainya memiliki 5 kelas. Terdapat 2 akses unutk memasuki gedung ini, yaitu melalui parkiran motor atau melalui jembatan penghubung dari lantai 3 gedung G2. bila melalui area parkir motor, mahasiswa harus mendaki tangga, terdapat satu kekurangan pada tangga ini, yaitu anak tangga yang menghubungkan lantai 1 dengan lantai 2 memiliki ukuran yang tidak sama, sehingga tidak sedikit mahasiswa yang tersandung saat menaiki tangga ini, ini dapat dikatakan cukup serius karena dapat mengakibatkan cedera bagi penggunanya.

ukuran tangga yang berbeda beda.
sumber : dokumentasi pribadi
Tangga sendiri memiliki standar ukuran tertentu, yaitu memiliki lebar kurang lebih 30 cm, tinggi kurang lebih 20 cm dan memiliki bordes berukuran kurang lebih 2 x 2 m. tetapi pada gedung G4 ini anak tangga memiliki ukuran yang berbeda beda sehingga perlu diperhatikan.

Gedung kampus sendiri sudah umum dengan mahasiswa yang suka duduk duduk di koridor yang merupakan jalan akses untuk mencapai ruang kelas, baik hanya untuk bersantai atau menunggu kelas berikutnya. Namun, gedung G4 ini memiliki koridor yang cukup sempi, yaitu hanya sekitr 180 cm saja lebarnya, sehingga jika ada mahasiswas yang duduk di sepanjang koridor akan mengganggu sirkulasi berjalan mahasiswa lainnya, terlebih lagi tangga hanya ada di satu titik gedung, sehingga seringkali terjadi penumpukan ketika banyak kelas yang selesai di saat yang bersamaan.

koridor gedung G4
sumber : dokumentasi pribadi
Gedung kampus pasti harus memiliki sarana toilet yang memadai, tetapi, pada gedung G4, hanya terdapat satu toilet untuk perempuan yaitu di bordes lantai 2 dan untuk laki laki di bordes lantai 3. Hal ini tentu akan sangat menyulitkan bagi pengguna gedung. Toilet laiin berada di luar gedung G4 yang akan memakan cukup waktu dan tenaga untuk dicapai. Sehingga hal ini juga perlu diperhatikan

Dalam hal fasad gedung, Gedung ini lebih superior dibandingkan dengan Gedung G yang lainnya, karena gedung ini tergolong gedung baru yang memiliki desain yang berbeda dengan gedung g lainnya yang merupakan gedung lama. Hal ini juga terlihat dari bagian ruang kelas yang jauh lebih terlihat menarik daripada ruang kelas gedung lama. mungkin tidak seluas ruang kelas alam, namun dari segi fasilitas seperi kursi dan meja hingga papan tulis jauh lebih memadai.

Dari tulisan kritik diatas dapat ditarik kesimpulan yaitu Gedung G4 Gunadarma ini memiliki banyak sekali potensi namun, sayang sekali, adanya beberapa design error baik yang disengaja maupun tidak, membuat gedung ini menjadi kurang baik dibanding dengan gedung G lainnya.

Anggieta Ayu Maulina
21314241

Sunday, 29 January 2017

Poster Reklamasi

Reklamasi, suatu inovasi yang dapat dikatakan sangat maju dan berperan banyak dalam bidang gaya hidup masyarakat dimasa depan, namun kini dipenuhi dengan pro dan kontra di kalangan masyarakat minoritas. Terutama masyarakat yang merasa sangat dirugikan, yaitu para nelayan.

Maka, dibuatlah suatu film dokumentasi yang membahas mengenai kasus ini dari sudut pandang para masyarakat yang menolak adanya Reklamasi.





Sunday, 24 April 2016

PKn - Wawasan Nusantara



Wawasan Nusantara



Wawasan nusantara adalah cara pandang Bangsa Indonesia terhadap jati diri dan lingkungannyadengan beribu pulau yang terbentang dari Sabang hingga Merauke dengan segala aspek perbedaan yang ada. Sebab, Indonesia merupakan negara dengan kepulauan yang masing masing memiliki ciri, sifat dan karakter tertentu dari masing masing masyarakatnya dengan berbagai suku, ras, agama dan perbedaan lainnya.

Dan, wawasan nusantara sebagai geopolitik Indonesia mengenai jati diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dengan tetap menghargai dan menghormati tujuan nasional.

Kedudukan Wawasan Nusantara 

Wawasan nusantara merupakan ajaran yang diayakini kebenarannya oleh seuruh rakyat dengan tujuan agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangandalma rangka mencapai dan mewujudkan tujuan nasional.

Wawasan nusantara dalam paradigma nasional sebagai berikut.

  • Landasan Idii
    Pancasila 
  •  Ladasan Konstitusional
    UUD 1945 (konstitusi Negara) 
  •  Landasan Visional
    Wasantara – (visi bangsa)
  • Landasan Konsepsional
    Ketahanan  - nasional (konsepsi Bangsa)
  • Ladasan Operasional
    GBHN (Kebijaksanaan Dasar Negara)

Nilai – nilai pancasila mendasari pengembangan wawasan nusantara. Nilai nilai tersebut adalah..

  • Penerapan Hak Asasi Manusia (HAM), seperti memberi kesempatan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing masing

  • Mengutamakan kepentingan masyarakat danpada kepentingan pribadi dan golongan
  • Pengambilan keputusan bedasarkan musyawarah untuk mufakat

Aspek Aspek Wawasan Nusantara

Pengaruh geografi merupakan suatu fenomena yang perlu diperhitungkan, karena indonesia kaya akan aneka sumber daya alam dan suku bangsa


  • Aspek Sosial Budaya
    Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa yang masing masing memiliki adat istiadat, bahasa, agama dan kepercayaan yang vberbeda-beda, sehingga tata kehidupan nasional yang berhubungan dengan interaksi antargolongan mengandung potensi konflik yang besar, mengenai berbagai macam ragam budaya.
  • Aspek Sejarah Indonesia
    Diwarnai oleh pengalaman sejarah yang tidak menghendaki
    perpecahan dalam lingkungan bangsa dan negara indonesia. Hal ini dikarekanan kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa indonesia merupakan hasil dari semangat persatuan dan kesatuan yang sangat tinggi. 
  • Aspek Kewilayahan Nusantara
    Aspek ini memperhatikan daerah, wilayah nusantara dimana Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman flora dan fauna


Fungsi Wawasan Nusantara

  1. wawasan nusantara sebagai konsepsi ketahanan nasional yaitu, wawasan nusantara dijadikan konsep dalam pembangunan nasional, pertahanan keamanan dan kewilayahan.
  2. Wawasan nusantara sebagai wawasan pembangunan mempunyai cakupan kesatuan ekonomi, kesatuan sosial dan politik, dan kesatuan pertahanan dan keamanan.
  3. Wawasan nusantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan negara merupakan pandangan geopolitik indonesia dalam lingkup tanah air indonesia sebagai satu kesatuan yang meliputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara
  4. Wawasan nusantara sebagai wawasan kewilayahan, sehingga berfungsi falam pembatasan negara, agar tidak tejadi sengketa dengan negara tetangga
 
Tujuan Wawasan Nusantara

Tujuan wawasan nusantara terdiri dari dua yaitu..

  1. Tujuan Nasionaldapat dilihat dalam Pembukaan UUD 1945, dijelaskan bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia adalah "untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang bedasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial
  2. Tujuan ke Dalamadalah mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan baik alamiah maupun sosial, makan dapat disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh dunia.
- Anggieta Ayu Maulina

PKn - Lagu Daerah

Indonesia memiliki banyak sekali budaya, mulai dari makanan suku, bahasay, rumah tradisional, tarian, hingga lagu tradisional.

Berikut beberapa contoh lagu lagu yang pasti sering anda nyanyikan saat kecil

Ampar Ampar Pisang

 

Sejarah Tentang lagu ampar ampar pisang ini pada awalnya dinyanyikan secara iseng saat masyarakat Kalimantan Selatan membuat sebuah kue/makanan yang terbuat dari pisang. Makanan ini bernama rimpi. Cara membuat makanan ini adalah dengan cara pisang di diampar (disusun) kemudian dibiarkan hingga hampir matang mendekati busuk. setelah itu pisang dijemur diampar(disusun) di bawah sinar matahari sampai kira kira pisang mengeras dan mengeluarkan bau manis yang sangat khas.

Isi dari lagu ampar-ampar pisang menceritakan tentang pisang yang diampar dan dikerubuti binatang kecil kecil bisa terbang yang senang dgn aroma pisang. Binatang ini dikenal masyarakat Kalimantan dengan nama bari bari. Pada akhir lagu di ceritakan tentang binatang yang ditakuti anak kecil zaman dulu (lihat kata “dikitip bidawang”) yang artinya digigit biawak. Konon, kata dikitip bidawang itu digunakan untuk menakuti anak anak yang suka mencuri pisang/kue rimpi yang masih dalam proses penjemuran.





Jali Jali


Sejarah Lagu Jali Jali di yakini oleh Beberapa kelompok  lahir, dikembangkan, dan dipopulerkan oleh kaum China peranakan Jakarta melalui music tradisional mereka, gambang kromong.


Sementara penduduk asli Jakarta, yaitu orang Betawi, mengakui bahwa merekalah ibu kandung yang sah dari lagu tersebut. Orang Betawi memang mengenal musik gambang kromong.

Lagu “Jali-Jali” kerap dimainkan oleh kaum China peranakan, tetapi asal-muasal ide lagu itu mestinya dari khazanah budaya Betawi. Hal itu lantaran di dalam kebudayaan Betawi, “Jali-Jali” mendapat apresiasi yang tinggi.

Jali-Jali adalah sejenis tanaman perdu yang selalu ada di pekarangan rumah orang Betawi. Sejak masa kanakkanak, orang Betawi sudah akrab dengan buah jali-jali. Anak-anak menjadikan buah itu sebagai pelor senapan mainan yang mereka buat dari bilah bambu dan karet gelang.

Ibu-ibu suku Betawi sewaktu-waktu mengolahnya menjadi bubur yang populer disebut ‘bubur jali’. Sementara para gadis remajanya meronce jali-jali sebagai tirai pintu kamar mereka. Sedangkan para alim ulama Betawi menjadikannya sebagai biji-biji tasbih untuk berzikir. Lantas, secara bersama, kaum Betawi mencomot dan mengabadikan nama buah itu ke dalam perbendaharaan bahasa mereka ‘jali’ yang berarti‘ bersih dan rapi’.

Orang indo—sebutan untuk orang peranakan atau hasil perkawinan silang orang Indonesia dengan orang dari negara lain—pun harus diperhitungkan sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas keberadaan lagu “Jali-Jali”. Lagu tersebut memang sering dimainkan dalam orkes keroncong paraindo. Bahkan, menjadi salah satu lagu penting para “buaya keroncong” alias mereka yang keterlaluan cintanya pada keroncong.





Manuk Dadali


Manuk Dadali adalah lagu berbahasa Sunda ciptaan Sambas Mangundikarta. Manuk Dadali art[Garuda]]. Lagu ini juga bernafaskan nasionalisme, dengan melukiskan keperkasaan burung garuda dengan lambang dari kejayaan Indonesia.

Lagu ini sampai sekarang populer di Jawa Barat, terutama dalam siaran radio RRI.

Yamko Rambe Yamko


 Dibalik nadanya yang berkesan riang, Lagu Yamko Rambe Yamko ini merupakan lagu yang berasal dari Irian Jaya/Papua. Lagu ini merupakan lagu sedih karena menceritakan kisah di daerah mereka yang sedang mengalami perang antar suku. Nah apabila kita menyanyikan lagu ini sebaiknya jangan disembarang tempat apabila belum mengetahui artinya karena bisa saja ada yang tersinggung saat kalian menyanyikannya,

Arti lagunya

Hai jalan yang dicari sayang perjanjian
Hai jalan yang dicari sayang perjanjian
Sungguh pembunuhan di dalam negeri
sebagai bunga bangsa
Sungguh pembunuhan di dalam negeri
sebagai bunga bangsa

Bunga bangsa, bunga bangsa, bunga bangsa
bunga bertaburan
Bunga bangsa, bunga bangsa, bunga bertumbuh
di taman pahlawan
Bunga bangsa, bunga bangsa, bunga bangsa
bunga bertaburan
Bunga bangsa, bunga bangsa, bunga bertumbuh
di taman pahlawan

- Anggieta Ayu Maulina
 







Sunday, 20 March 2016

Pkn - Contoh Pelanggaran HAM di Indonesia


Hak Asasi Manusia adalah prinsip-prinsip moral atau norma-norma, yang menggambarkan standar tertentu dari perilaku manusia, dan dilindungi secara teratur sebagai hak-hak hukum dalam hukum kota dan internasional.

HAM adalah hak fundamental yang tak dapat dicabut yang mana karena ia adalah seorang manusia. 
Jack Donnely, mendefinisikan hak asasi tidak jauh berbeda dengan pengertian di atas. Hak asasi adalah hak-hak yang dimiliki manusia semata-mata karena ia manusia. Umat manusia memilikinya bukan karena diberikan kepadanya oleh masyarakat atau berdasarkan hukum positif, melainkan semata-mata berdasarkan martabatnya sebagai manusia dan hak itu merupakan pemberian dari tuhan yang maha esa. 

Sementara menurut John Locke, Hak Asasi Manusia adalah hak yang dibawa sejak lahir yang secara kodrati melekat pada setiap manusia dan tidak dapat diganggu gugat. John Locke menjelaskan bahwa HAM merupakan hak kodrat pada diri manusia yang merupakan anugrah atau pemberian langsung dari tuhan YME, secara filosofis, pandangan menurut hak asasi manusia adalah, "jika wacana publik masyarakat global di masa damai dapat dikatakan memiliki bahasa moral yang umum, itu adalah hak asasi manusia." 

Meskipun demikian, klaim yang kuat dibuat oleh doktrin hak asasi manusia agar terus memunculkan sikap skeptis dan perdebatan tentang sifat, isi dan pembenaran hak asasi manusia sampai dijaman sekarang ini. Memang, pertanyaan tentang apa yang dimaksud dengan "hak" itu sendiri kontroversial dan menjadi perdebatan filosofis terus (Shaw, 2008)

berikut beberapa contoh pelanggaran HAM di Indonesia.
  • Peristiwa Trisakti dan Semanggi (1998)



Tragedi Trisakti terjadi pada 12 Mei 1998. Peristiwa ini berkaitan dengan gerakan di era reformasi yang gencar disuarakan di tahun 1998. Gerakan tersebut dipicu oleh krisis moneter dan tindakan KKN presiden Soeharto, sehingga para mahasiswa kemudian melakukan demo besar-besaran di berbagai wilayah yang kemudian berujung dengan bentrok antara mahasiswa dengan aparat kepolisian.

Tragedi ini mengakibatkan (4 mahasiswa meninggal dan puluhan lainnya luka-luka). Tragedi Semanggi I terjadi pada 11-13 November 1998 (17 orang warga sipil meninggal) dan tragedi Semanggi II pada 24 September 1999 (1 orang mahasiswa meninggal dan 217 orang luka-luka).

Jumlah masyarakat dan mahasiswa yang bergabung diperkirakan puluhan ribu orang dan sekitar jam 3 sore kendaraan lapis baja bergerak untuk membubarkan massa membuat masyarakat melarikan diri, sementara mahasiswa mencoba bertahan namun saat itu juga terjadilah penembakan membabibuta oleh aparat ketika ribuan mahasiswa sedang duduk di jalan. Saat itu juga beberapa mahasiswa tertembak dan meninggal seketika di jalan. Salah satunya adalah Teddy Wardhani Kusuma, mahasiswa Institut Teknologi Indonesia yang merupakan korban meninggal pertama di hari itu.

Mahasiswa terpaksa lari ke kampus Universitas Atma Jaya untuk berlindung dan merawat kawan-kawan seklaligus masyarakat yang terluka. Korban kedua penembakan oleh aparat adalah Wawan, yang nama lengkapnya adalah Bernardus Realino Norma Irmawan, mahasiswa Fakultas Ekonomi Atma Jaya, Jakarta, tertembak di dadanya dari arah depan saat ingin menolong rekannya yang terluka di pelataran parkir kampus Universitas Atma Jaya, Jakarta[2]. Mulai dari jam 3 sore itu sampai pagi hari sekitar jam 2 pagi terus terjadi penembakan terhadap mahasiswa di kawasan Semanggi dan penembakan ke dalam kampus Atma Jaya.

Pada 18 Mei 1998, dalam usaha melengserkan rezim Presiden Suharto yang telah berkuasa selama 32 tahun, ribuan mahasiswa melakukan aksi menduduki gedung MPR/DPR setelah berhasil membobol pengamanan aparat. Para Mahasiswa menaiki atap gedung Paripurna dan terus menyuarakan tuntutan agar Presiden Suharto meletakkan jabatannya. Foto ini menjadi salah satu ikon gerakan Mahasiswa yang berjuang untuk rakyat.


  • Aksi Bom Bali (2002)


Peristiwa ini terjadi pada tahun 2002. Sebuah bom diledakkan di kawasan Legian Kuta, Bali oleh sekelompok jaringan teroris.

Kepanikan sempat melanda di penjuru Nusantara akibat peristiwa ini. Aksi bom bali ini juga banyak memicu tindakan terorisme di kemudian hari.

Peristiwa bom bali menjadi salah satu aksi terorisme terbesar di Indonesia. Akibat peristiwa ini, sebanyak ratusan orang meninggal dunia, mulai dari turis asing hingga warga lokal yang ada di sekitar lokasi.

  • Pembantaian Rawagede 

Pembantaian Rawagede merupakan pelanggaran HAM yang terjadi penembakan dan pembunuhan penduduk kampung Rawagede (sekarang Desa Balongsari, Rawamerta, Karawang, Jawa Barat) oleh tentara Belanda tanggal 9 Desember 1945 bersamaan dengan Agresi Militer Belanda I. Akibatnya puluhan warga sipil terbunuh oleh tentara Belanda yang kebanyakan dibunuh tanpa alasan yang jelas. Tanggal 14 September 2011, Pengadilan Den Haaq menyatakan pemerintah Belanda bersalah dan harus bertanggung jawab dengan membayar ganti rugi kepada para keluarga korban pembantaian Rawagede.

  • Kasus Marsinah


Marsinah (10 April 1969?–Mei 1993) adalah seorang aktivis dan buruh pabrik PT. Catur Putra Surya (CPS) Porong, Sidoarjo, Jawa Timur yang diculik dan kemudian ditemukan terbunuh pada 8 Mei 1993 setelah menghilang selama tiga hari. Mayatnya ditemukan di hutan di Dusun Jegong Kecamatan Wilangan Nganjuk, dengan tanda-tanda bekas penyiksaan berat.

Dua orang yang terlibat dalam otopsi pertama dan kedua jenazah Marsinah, Haryono (pegawai kamar jenazah RSUD Nganjuk) dan Prof. Dr. Haroen Atmodirono (Kepala Bagian Forensik RSUD Dr. Soetomo Surabaya), menyimpulkan, Marsinah tewas akibat penganiayaan berat.

Marsinah memperoleh Penghargaan Yap Thiam Hien pada tahun yang sama.

Kasus ini menjadi catatan ILO (Organisasi Buruh Internasional), dikenal sebagai kasus 1713.

Awal tahun 1993, Gubernur KDH TK I Jawa Timur mengeluarkan surat edaran No. 50/Th. 1992 yang berisi himbauan kepada pengusaha agar menaikkan kesejahteraan karyawannya dengan memberikan kenaikan gaji sebesar 20% gaji pokok. Himbauan tersebut tentunya disambut dengan senang hati oleh karyawan, namun di sisi pengusaha berarti tambahannya beban pengeluaran perusahaan. Pada pertengahan April 1993, Karyawan PT. Catur Putera Surya (PT. CPS) Porong membahas Surat Edaran tersebut dengan resah. Akhirnya, karyawan PT. CPS memutuskan untuk unjuk rasa tanggal 3 dan 4 Mei 1993 menuntut kenaikan upah dari Rp 1700 menjadi Rp 2250.

Marsinah adalah salah seorang karyawati PT. Catur Putera Perkasa yang aktif dalam aksi unjuk rasa buruh. Keterlibatan Marsinah dalam aksi unjuk rasa tersebut antara lain terlibat dalam rapat yang membahas rencana unjuk rasa pada tanggal 2 Mei 1993 di Tanggul Angin Sidoarjo.

3 Mei 1993, para buruh mencegah teman-temannya bekerja. Komando Rayon Militer (Koramil) setempat turun tangan mencegah aksi buruh.

4 Mei 1993, para buruh mogok total mereka mengajukan 12 tuntutan, termasuk perusahaan harus menaikkan upah pokok dari Rp 1.700 per hari menjadi Rp 2.250. Tunjangan tetap Rp 550 per hari mereka perjuangkan dan bisa diterima, termasuk oleh buruh yang absen.

Sampai dengan tanggal 5 Mei 1993, Marsinah masih aktif bersama rekan-rekannya dalam kegiatan unjuk rasa dan perundingan-perundingan. Marsinah menjadi salah seorang dari 15 orang perwakilan karyawan yang melakukan perundingan dengan pihak perusahaan.

Siang hari tanggal 5 Mei, tanpa Marsinah, 13 buruh yang dianggap menghasut unjuk rasa digiring ke Komando Distrik Militer (Kodim) Sidoarjo. Di tempat itu mereka dipaksa mengundurkan diri dari CPS. Mereka dituduh telah menggelar rapat gelap dan mencegah karyawan masuk kerja. Marsinah bahkan sempat mendatangi Kodim Sidoarjo untuk menanyakan keberadaan rekan-rekannya yang sebelumnya dipanggil pihak Kodim. Setelah itu, sekitar pukul 10 malam, Marsinah lenyap.

Mulai tanggal 6,7,8, keberadaan Marsinah tidak diketahui oleh rekan-rekannya sampai akhirnya ditemukan telah menjadi mayat pada tanggal 8 Mei 1993.

Tanggal 30 September 1993 telah dibentuk Tim Terpadu Bakorstanasda Jatim untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus pembunuhan Marsinah. Sebagai penanggung jawab Tim Terpadu adalah Kapolda Jatim dengan Dan Satgas Kadit Reserse Polda Jatim dan beranggotakan penyidik/penyelidik Polda Jatim serta Den Intel Brawijaya.

Delapan petinggi PT CPS ditangkap secara diam-diam dan tanpa prosedur resmi, termasuk Mutiari selaku Kepala Personalia PT CPS dan satu-satunya perempuan yang ditangkap, mengalami siksaan fisik maupun mental selama diinterogasi di sebuah tempat yang kemudian diketahui sebagai Kodam V Brawijaya. Setiap orang yang diinterogasi dipaksa mengaku telah membuat skenario dan menggelar rapat untuk membunuh Marsinah. Pemilik PT CPS, Yudi Susanto, juga termasuk salah satu yang ditangkap.

Baru 18 hari kemudian, akhirnya diketahui mereka sudah mendekam di tahanan Polda Jatim dengan tuduhan terlibat pembunuhan Marsinah. Pengacara Yudi Susanto, Trimoelja D. Soerjadi, mengungkap adanya rekayasa oknum aparat kodim untuk mencari kambing hitam pembunuh Marsinah.

Secara resmi, Tim Terpadu telah menangkap dan memeriksa 10 orang yang diduga terlibat pembunuhan terhadap Marsinah. Salah seorang dari 10 orang yang diduga terlibat pembunuhan tersebut adalah Anggota TNI.

Hasil penyidikan polisi ketika menyebutkan, Suprapto (pekerja di bagian kontrol CPS) menjemput Marsinah dengan motornya di dekat rumah kos Marsinah. Dia dibawa ke pabrik, lalu dibawa lagi dengan Suzuki Carry putih ke rumah Yudi Susanto di Jalan Puspita, Surabaya. Setelah tiga hari Marsinah disekap, Suwono (satpam CPS) mengeksekusinya.

Di pengadilan, Yudi Susanto divonis 17 tahun penjara, sedangkan sejumlah stafnya yang lain itu dihukum berkisar empat hingga 12 tahun, namun mereka naik banding ke Pengadilan Tinggi dan Yudi Susanto dinyatakan bebas. Dalam proses selanjutnya pada tingkat kasasi, Mahkamah Agung Republik Indonesia membebaskan para terdakwa dari segala dakwaan (bebas murni). Putusan Mahkamah Agung RI tersebut, setidaknya telah menimbulkan ketidakpuasan sejumlah pihak sehingga muncul tuduhan bahwa penyelidikan kasus ini adalah "direkayasa".

Sekian beberapa contoh pelanggaran HAM yang sangat berpengaruh di Indonesia. saya sampe takut sendiri bacanya..

- Anggieta Ayu Maulina